Effendy Pohan, dari Sekdaprov ke Forum IMT-GT: Bawa Kepentingan Sumut di Panggung Internasional Bobby Nasution – Sinarsergai
Daerah

Effendy Pohan, dari Sekdaprov ke Forum IMT-GT: Bawa Kepentingan Sumut di Panggung Internasional Bobby Nasution

×

Effendy Pohan, dari Sekdaprov ke Forum IMT-GT: Bawa Kepentingan Sumut di Panggung Internasional Bobby Nasution

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Sinarsergai.com – Jabatan boleh berubah, tetapi kerja untuk daerah tidak selalu berhenti ketika seseorang meninggalkan kursi struktural. Itu pula yang tampak dalam kiprah Ir. Muhammad Armand Effendy Pohan, M.Si., di tengah persiapan Forum Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di Medan.

Pohan kini tercatat sebagai Perencana Ahli Utama (Fungsional Perencana Utama) pada Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumatera Utara. Sebelumnya, ia berada di posisi strategis sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara pada masa pemerintahan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.

Perjalanan itu membuat Pohan bukan sosok baru dalam urusan mengawal agenda pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Ketika tidak lagi berada di lingkaran jabatan struktural tertinggi birokrasi provinsi, perannya justru terlihat dalam ruang yang berbeda: memastikan momentum kerja sama internasional tetap memiliki manfaat konkret bagi Sumatera Utara.

Forum IMT-GT ke-32 yang berlangsung pada 7–10 September 2026 di Medan menjadi salah satu contohnya.

Di forum yang mempertemukan Indonesia, Malaysia, dan Thailand itu, kepentingan Sumut tidak berhenti pada posisi sebagai tuan rumah. Pemerintah provinsi berupaya menjadikan pertemuan internasional tersebut sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan potensi daerah, terutama pariwisata dan Geopark, kepada delegasi mancanegara.

Pohan menjadi salah satu figur yang menjelaskan bagaimana kepentingan tersebut ditempatkan dalam kerangka kerja sama sub-regional.

Dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (4/9/2026), ia menyoroti kerja sama pariwisata IMT-GT yang telah berjalan secara berkala. Salah satu peluang yang didorong ialah penguatan potensi dan sertifikasi jaringan Geopark antara Samosir, kawasan Danau Toba, dan Langkawi di Malaysia.

Pesannya sederhana, tetapi strategis: forum internasional tidak semestinya selesai ketika para delegasi meninggalkan ruang pertemuan. Ada kepentingan daerah yang perlu ditinggalkan sebagai jejak kerja sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *