Tampil Unik, Masyarakat “Serbu” Wisata Tani Panteng Kleset di Desa Melati II Perbaungan – Laman 2 – Sinarsergai
Blog

Tampil Unik, Masyarakat “Serbu” Wisata Tani Panteng Kleset di Desa Melati II Perbaungan

×

Tampil Unik, Masyarakat “Serbu” Wisata Tani Panteng Kleset di Desa Melati II Perbaungan

Sebarkan artikel ini

Objek wisata ini juga menyediakan tempat penginapan berupa home stay dengan harga Rp.150 ribu /hari dengan makan 3 kali. home stay ini tersedia di lingkungan masyarakat.Kedepan akan menyediakan permainan air dengan menggunakan sampan karet. Banyak lokasi yang bisa dijadikan selfi seperti Jembatan Pelangi dan lainnya. Objek wisata Tani ini sudah dikunjungi oleh 7 warga negera asal luar negeri diantara Jepang, Perancis, India, Sri langka, Combonia, Thailand, Bangladesh dan Filipina. Sedangkan kabupaten/kota yang melakukan studi tiru ke Sergai ada 7 diantaranya, Kabupaten Humbahas, Musi Banyu asin (Propinsi Sumatera Selatan), Nias Selatan, Nias Utara dan Kabupaten Dairi.Ungkap supardi.

Salah satu pengunjung lokal Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM3) Kabupaten Sergai Yunasril SH,MKn didampingi istri Kikky Febriasi SH,MKn, menilai objek Wisata Tani Panteng Kleset ini tampil unik dan memiliki daya tarik tersendiri. Uniknya, tanggul yang selama ini dijadikan sarana aliran air sawah diinovasi menjadi wisata . Menariknya, objek wisata ini berdampingan dengan hamparan sawah yang dipenuhi dengan tanaman padi. Nah, pemandangan ini sangat menyehatkan mata dan wajar saja di “serbu” bahkan banyak diminati pengunjung dari dalam maupun luar daerah.

Namun, perlu jadi perhatian bagi pengelola maupun pemerintah daerah khususnya sarana jalan yang dapat memeudahkan pengunjung sampai kelokasi. Infrastrukturnya perlu ditingkatkan badan jalan dan dilakukan pelebaran sehingga selisih dua mobil pengunjung tidak menimbulkan antrian panjang jika kedepan pengunjungnya membludak. Sarana ini sangat mendukung kemajuan objek wisata Tani Panteng Kleset ini. Terkait tampilannya sudah mantaap dan perlu lagi dimunculkan inovasi-inovasi baru seperti kerampah ikan di air tawar ini sebagai menyalurkan hobi pengunjung yang cinta akan ikan. Wisata Tani seperti ini harus kita dukung sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.Tutur Yunasri.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *