Sakhyan Asmara : Pembongkaran Gapura Pintu Masuk Kota Medan Dianggap Hancurkan Simbol Etnis Melayu – Laman 2 – Sinarsergai
Blog

Sakhyan Asmara : Pembongkaran Gapura Pintu Masuk Kota Medan Dianggap Hancurkan Simbol Etnis Melayu

×

Sakhyan Asmara : Pembongkaran Gapura Pintu Masuk Kota Medan Dianggap Hancurkan Simbol Etnis Melayu

Sebarkan artikel ini

Oleh sebab itu bangunan gapura pintu masuk di tiga sisi Kota Medan yakni dari arah Binjai, Tanjung Morawa dan Pancurbatu, haruslah merupakan bangunan simbol adat istiadat masyarakat Melayu.

Walikota Medan jangan melakukan “genosida” terhadap etnis Melayu. Hal itu akan memantik kemarahan masyarakat Melayu yang selama ini masih diam dengan perilaku Walikota Medan yang terkesan mengenyampingkan etnis Melayu. “Jangan mengangkat batang terendam” ujar Sakhyan.

Dan jangan mengusik singa yang selama ini duduk diam dan patuh. Namun jika nilai-nilai asasi yakni nilai-nilai kultural masyarakat Melayu sudah tidak dihargai lagi, sepatutnya akan muncul kemarahan dari masyarakat Melayu. Seharusnya Bobby berpegang teguh kepada filosofi “dimana bumi dipijak, disitu langit di junjung”, lanjut Sakhyan yang bergelar Datuk Wangsa Diraja Melayu.

Di masa lalu beberapa kali kota Medan dipimpin oleh pejabat yang bukan berasal dari etnis Melayu, seperti Syurkani dari Minang, A.S Rangkuti dari Mandailaing, tetapi sangat menghormati dan menghargai keberadaan etnis Melayu. 

Sakhyan berharap, Walikota Medan harus bijaksana dalam merespons persoalan ini, jangan menimbulkan kesan “arogansi kekuasaan”. Itu sangat berbahaya. Sakhyan juga berharap Forum Komunikasi Lintas Adat (Forkala) kota Medan memberi masukan kepada Walikota Medan, agar suasana sejuk, saling menghormati dan menghargai sesama anggota masyarakat dari berbagai kultur dimana etnis Melayu sebagai etnis tempatan dapat terpelihara dengan baik, pungkas Sakhyan.(ach) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *