Jika komunikasi politik ini berlanjut dan dikelola secara konsisten, bukan tidak mungkin T. Rival akan muncul sebagai representasi baru Aceh di panggung nasional bahkan menjadi penghubung antara dua kutub besar politik Indonesia yang selama ini kerap berseberangan.
Pertemuan ini pun lebih tepat dibaca sebagai langkah awal konsolidasi kekuatan, bukan sekadar komunikasi biasa.
Di tengah perubahan lanskap politik nasional, kemunculan figur dengan basis sosial kuat seperti T. Rival Amiruddin bisa menjadi bagian dari kebutuhan strategis dalam membentuk arah baru politik Indonesia.
Zainal













