LANGKAT, Sinarseegai.com – Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025/2026 Semester Ganjil dan Genap di Kabupaten Langkat kembali menjadi rebutan oleh pihak terkait. Dugaan tersebut mencuat dikalangan Masyarakat prihal pekerjaan pengadaan dan penggandaan naskah soal ujian semester tingkat Sekolah Dasar (SD), Jumat (12/06/26).
Isu miring tentang seorang rekanan berinisial UD. BK diduga mendapat dukungan dari pihak tertentu, bahkan dugaan adanya keterlibatan Oknum LSM berinisial S.I,SE yang sempat soroti sekolah yang tidak mengikuti pekerjaan pengadaan dan penggandaan naskah soal ujian semester tingkat Sekolah Dasar (SD). Penekanan kerja sama tersebut, adalah tidak benar.
Kemarin ada Oknum LSM berinisial S.I,SE menanyakan kegiatan buku dan pekerjaan lainnya di sejumlah sekolah bukan menanyakan prihal pekerjaan pengadaan dan penggandaan naskah soal ujian semester tingkat Sekolah Dasar (SD).
“Perlu di klarifikasi, dalam pemberitaan di media beberapa waktu lalu, kami mengklarifikasi yang disebut Oknum LSM S.I,SE tidak ada mengonfirmasi pengerjaan soal naskah ujian, yang disebut Oknum LSM berinisial S.I,SE adalah mengonfirmasi tentang pengadaan buku dan lainnya, bahkan yang disebut oknum LSM berinisial S.I,SE bukanlah oknum LSM melainkan seorang Insan Jurnalis media tertua di pulau Sumatra,”papar sejumlah Kepala Sekolah SD di Langkat.
Kemudian, ada isu miring Ketua K3S berinisial M.I yang telah di nonaktifkan Oleh Dinas Pendidikan sebagai K3S Langkat diduga turut serta bekerjasama, adalah tuduhan tidak mendasar.
Kemudian, tentang penetapan harga sebesar Rp13.000 per siswa untuk penggandaan soal ujian adalah hasil kesepakatan bersama tidak melibatkan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD se-Kabupaten Langkat, tetapi yang benar adalah kesepakan kepala sekolah SD, yang mana ada beberapa kali rekanan pekerjaan pengadaan dan penggandaan naskah soal ujian semester tingkat Sekolah Dasar (SD), yang bukan dari UD. BK diduga menawarkan harga Rp 10.000,. Rupiah kepada pihak sekolah SD untuk melakukan saingan bisnis tidak sehat.













