Namun bagi Zulkifli Sitorus, jawaban itu adalah buah dari sebuah perubahan cara pandang dalam pelayanan haji.
Selama bertahun-tahun, kepulangan jamaah dianggap oleh sebahagian pihak merupakan proses yang panjang dan melelahkan.
Setelah menempuh perjalanan belasan jam dari Arab Saudi, jamaah masih harus menjalani berbagai tahapan administrasi, menunggu bagasi, mengambil air zamzam, hingga baru diperbolehkan kembali ke daerah asal.
Kondisi itu membuat waktu tunggu di Asrama Haji berlangsung relatif lama.
Kini pola tersebut perlahan berubah.
Melalui inovasi “Anti Letih Jamaah Haji”, PPIH Debarkasi Medan melakukan pembenahan menyeluruh pada proses layanan.
Koper jamaah sudah lebih dahulu ditata sesuai daerah tujuan. Air zamzam lima liter telah diletakkan di depan kursi masing-masing sesuai nomor manifes sebelum jamaah tiba. Proses administrasi dipersingkat, sementara alur distribusi bagasi dibuat lebih cepat dan tertib.
Tujuannya hanya satu.
Mengurangi kelelahan jamaah dan mempercepat mereka kembali berkumpul bersama keluarga.
Karena itu, ketika jamaah menjawab tidak ingin menginap lagi di Asrama Haji, Zulkifli mengaku justru merasa puas.
Baginya, kepuasan jamaah bukan diukur dari lamanya mereka menikmati fasilitas asrama, melainkan dari seberapa cepat mereka bisa kembali ke rumah dengan nyaman setelah menuntaskan ibadah haji.
(*Jawab Aspirasi)*
Ia bahkan kerap menyampaikan bahwa situasi tersebut berbanding terbalik dengan saat keberangkatan.
Kalau ketika akan berangkat ke Tanah Suci jamaah begitu antusias ingin segera masuk ke Asrama Haji, maka setelah kembali dari Makkah dan Madinah, harapan terbesar mereka adalah segera keluar dari Asrama Haji untuk bertemu keluarga yang telah lama menanti.
Dan menurutnya, itulah aspirasi yang harus dijawab oleh penyelenggara.
Pelayanan haji, kata Zulkifli, tidak boleh berhenti pada keberhasilan memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci. Pelayanan juga harus memastikan kepulangan mereka berlangsung nyaman, cepat, dan manusiawi.
Karena sesungguhnya, keberhasilan penyelenggaraan haji bukan hanya ketika jamaah tiba dengan selamat di Tanah Air.













