Dari sisi lain, kualitas kerja jurnalistik di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ikut mengalami peningkatan.
Wartawan tidak lagi hanya menunggu pernyataan gubernur mengenai berbagai persoalan teknis. Melalui konferensi pers harian, mereka memperoleh informasi primer langsung dari para pemimpin OPD.
Akibatnya, ketika bertemu Gubernur Bobby Nasution, pertanyaan-pertanyaan yang berkembang tidak lagi berkisar pada urusan administratif, melainkan telah bergeser kepada isu-isu strategis, arah pembangunan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, hingga keputusan-keputusan penting yang memang menjadi kewenangan gubernur.
Inilah perubahan paradigma yang sesungguhnya.
Di sisi lain, konferensi pers harian juga mendorong para kepala OPD meningkatkan kapasitas komunikasi publiknya.
Mereka tidak lagi hanya dituntut berhasil menjalankan program, tetapi juga mampu menjelaskan manfaat program tersebut secara terbuka, rasional, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Transparansi bukan lagi menjadi slogan, melainkan bagian dari budaya kerja birokrasi.
*(Di Balik Layar*)
Namun, yang paling menarik justru terletak pada gaya kepemimpinan Erwin sendiri.
Sebagai Kepala Dinas Kominfo, ia memiliki peluang besar menjadikan dirinya pusat perhatian. Setiap hari berhadapan dengan media, mengendalikan arus informasi, bahkan sangat mungkin membangun citra pribadi melalui ruang-ruang pemberitaan.
Tetapi jalan itu tidak dipilihnya.
Ia justru memberikan panggung kepada para kepala OPD untuk berbicara sesuai bidangnya masing-masing. Yang mengemuka di hadapan publik adalah gubernur sebagai pemimpin pemerintahan dan para pimpinan perangkat daerah sebagai penanggung jawab teknis. Sementara Erwin memilih bekerja di balik layar, memastikan seluruh instrumen komunikasi bergerak dalam irama yang sama.
Pilihan ini menunjukkan kedewasaan seorang pemimpin komunikasi. Ia memahami bahwa keberhasilan seorang Kepala Dinas Kominfo bukan diukur dari seberapa sering namanya muncul di media, melainkan dari seberapa baik seluruh organisasi mampu berbicara dengan satu narasi, satu arah, dan satu tujuan.













