TEBING TINGGI,Sinarsergai.com – Persaingan layanan perbankan digital di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang cepat, praktis, dan terintegrasi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan aplikasi digital terbaru bernama Qita, sebuah platform yang dirancang untuk memperkuat pengalaman nasabah dalam mengelola keuangan sehari-hari. Kehadiran Qita menjadi bagian dari strategi transformasi digital BRI yang terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
Tren industri perbankan saat ini menunjukkan adanya pergeseran dari konsep satu aplikasi utama menuju strategi multi-aplikasi yang memiliki fungsi lebih spesifik sesuai kebutuhan pengguna. Melalui pendekatan tersebut, BRI menghadirkan Qita sebagai aplikasi yang menawarkan berbagai fitur modern, mulai dari pengingat tagihan otomatis, pelacakan aset dan portofolio investasi, pengelolaan pinjaman, investasi emas digital, hingga pembaruan fitur secara otomatis tanpa perlu pengguna melakukan pembaruan aplikasi secara manual. Selain itu, Qita juga mendukung layanan transaksi seperti transfer dana, pembayaran tagihan, QRIS, dan top up digital.
Meski telah resmi diperkenalkan kepada publik, hingga kini BRI belum memberikan penjelasan secara rinci mengenai posisi Qita dalam ekosistem digital perusahaan. Belum dipastikan apakah aplikasi tersebut akan menjadi pelengkap bagi BRImo atau berjalan berdampingan sebagai platform dengan segmentasi layanan yang berbeda. Namun demikian, langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi BRI dalam memperluas layanan digital agar mampu menjangkau lebih banyak kebutuhan nasabah di berbagai segmen.
Sementara itu, performa BRImo sebagai super apps andalan BRI masih menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Hingga Kuartal I Tahun 2026, jumlah pengguna BRImo tercatat mencapai 47,8 juta pengguna, meningkat 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai transaksi melalui BRImo juga melonjak sebesar 29,4 persen secara tahunan hingga mencapai Rp2.042,2 triliun, mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital BRI.













