Guna memutus rantai gurita mafia tambang ilegal, ALMANDALIKA melayangkan tujuh tuntutan mutlak kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Pertama, Mendesak Gubernur untuk meminta Panglima TNI dan Kapolri “turun tangan” menyapu bersih dan mencopot oknum aparat yang menjadi pembeking PETI sebagai ajang koreksi untuk pembersihan internal.
Kedua, Forkopimda Pemprov Sumut didesak untuk segera membentuk Satgas Provinsi lintas sektor yang melibatkan POLDASU dan KODAM I/BB secara langsung.
Ketiga Satgas Terpadu diminta untuk memburu dan menangkap pemodal besar (cukong) serta aktor intelektual di balik layar PETI, bukan hanya pekerja lapangan.
Kemudian Almandalika juga meminta agar memutus total pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal yang digunakan untuk operasional alat berat di lokasi PETI. Pihaknya juga mendesak Pemerintah untuk mempercepat penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sebagai solusi legalisasi ekonomi masyarakat setempat.
Al mandalika juga mendesak agar dilakukan pemulihan total terhadap kawasan konservasi dan sungai yang rusak parah akibat merkuri serta alat berat. Tuntutan lainnya, membuka proses penyidikan kasus tambang ilegal Madina secara profesional dan transparan kepada publik demi menjaga kredibilitas institusi. “Kita mendesak Gubsu, Kapolda untuk segera menyeret ke ranah hukum GD dan PW yang teridentifikasi kuat selaku pelaku PETI sesuai hasil rilis resmi Tim Terpadu Pemprov Sumut yang melakukan razia penertiban ke Kotanopan, awal Juli lalu. Hal ini penting untuk menjaga marwah dan wibawa pemerintah dan hukum” ketus Pajar yang juga aktivis PMII ini.
Secara tegas, Almandalika telah melayangkan surat resmi ke Gubernur Sumut dan memberikan ultimatum keras kepada tiga pucuk pimpinan tertinggi di Sumatera Utara. Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan konkret, koalisi memastikan akan turun ke jalan melalui aksi massa besar-besaran.
“Kami akan menggelar aksi unjuk rasa serentak dan mimbar bebas di Kantor Gubernur, Mapolda, dan Makodam I/BB. Kami akan menagih langsung komitmen ketiga pimpinan institusi tersebut. Jangan biarkan Madina hancur oleh keserakahan mafia tambang” tutup Pajarur Rohman Nasution.
(Tim).













