Bobby juga berharap kepengurusan DHD BPK 45 Sumut mampu menyebarkan nilai-nilai perjuangan tersebut hingga ke seluruh 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan DHD sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan sekaligus menjaga semangat nasionalisme.
Ia bahkan menyebut dirinya bersama jajaran pemerintah sebagai bagian dari keluarga besar DHD, sehingga terbuka terhadap berbagai masukan selama menjalankan amanah memimpin Sumatera Utara.
“Kami berharap terus diingatkan apabila ada kekurangan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat. Nilai-nilai perjuangan yang dimiliki DHD juga harus diwariskan kepada generasi muda agar semangat kebangsaan tetap terpelihara,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Paripurna Nasional DHN Angkatan 45, Jenderal TNI (Purn) H. Agustadi Sasongko Purnomo, membacakan sambutan Ketua DHN BPK 45 Letjen TNI (Purn) H. Ramli Hasan Basri. Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa DHD memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah, terutama dalam memperkuat kedaulatan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara DHD dengan pemerintah daerah agar pembangunan karakter, moral, dan semangat kebangsaan dapat berjalan secara berkesinambungan berdasarkan nilai-nilai perjuangan 1945.
Menurutnya, tantangan bangsa saat ini tidak lagi berbentuk peperangan fisik, melainkan hadir melalui berbagai sektor seperti sosial, ekonomi, budaya, hingga pengaruh yang berpotensi mengikis nilai-nilai nasionalisme. Karena itu, DHD diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menanamkan semangat perjuangan kepada generasi penerus.
Ketua DHD BPK 45 Sumatera Utara Letjen TNI (Purn) Muhammad Hasyim menjelaskan bahwa salah satu prioritas organisasi dalam lima tahun mendatang adalah menuntaskan pembentukan kepengurusan DHC di seluruh 33 kabupaten dan kota.
Menurut Hasyim, keberadaan DHC di setiap daerah akan memperluas peran organisasi dalam menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila dan semangat perjuangan hingga ke tingkat daerah.













