Kenapa Bobby Nasution Bolak-Balik ke Nias? Ini Observasi Zul Wartawan Utama – Sinarsergai
Daerah

Kenapa Bobby Nasution Bolak-Balik ke Nias? Ini Observasi Zul Wartawan Utama

×

Kenapa Bobby Nasution Bolak-Balik ke Nias? Ini Observasi Zul Wartawan Utama

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Sinarsergai.com – Bobby Nasution kembali bertolak ke Kepulauan Nias untuk berkantor, Rabu (5/8/26). Ini bukan kali pertama.

Dalam dua tahun lebih masa kepemimpinannya, gubernur Sumatera Utara itu berulang kali memilih memindahkan ruang kerjanya ke gugusan pulau di barat Sumatera yang menghadap langsung Samudra Hindia.

Pertanyaan pun kembali muncul. Mengapa harus Nias? Mengapa berkali-kali? Apakah ini sekadar simbol kedekatan dengan masyarakat atau ada arah kebijakan yang lebih besar di balik langkah tersebut?

Sebagai wartawan yang lebih dari 36 tahun mengikuti dinamika Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, saya terbiasa mencari pola.

Dalam pengalaman meliput delapan gubernur dan sejumlah penjabat gubernur, saya belajar bahwa keputusan yang terus diulang hampir selalu lahir dari sebuah visi, bukan kebetulan.

Pengamatan ini masih berupa observasi jurnalistik. Saya masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Kepala Bapperida Sumut H. Dikky Anugerah mengenai kesesuaiannya dengan dokumen perencanaan pembangunan.

Juga diupayakan dari Kepala Dinas BMBKCK Sumut Chandra Dalimunthe tentang arah pembangunan konektivitas di kawasan Sipiongot. Namun, benang merah yang saya lihat layak untuk didiskusikan.

*(Nias Bukan Sekadar Tujuan Kunjungan*)

Bagi saya, Bobby Nasution tidak sedang menjadikan Nias sebagai panggung politik. Yang tampak justru sebaliknya. Ia memilih mendatangi wilayah yang selama ini menghadapi tantangan geografis agar keputusan lahir dari kondisi nyata di lapangan.

Selama beberapa kali berkantor di Nias, perhatian pemerintah provinsi diarahkan pada rekonstruksi ruas jalan, peningkatan layanan pendidikan, penguatan pelayanan kesehatan, pembenahan jembatan, hingga gagasan membangun sistem logistik yang lebih baik bagi wilayah kepulauan.

Semua itu menunjukkan bahwa kunjungan tersebut diisi dengan agenda pembangunan yang konkret.

Nias sendiri memiliki posisi penting dalam sejarah Sumatera Utara. Pada masa Raja Inal Siregar, perhatian terhadap kepulauan ini ikut mendorong dikenalnya Pantai Sorake sebagai destinasi selancar kelas dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *