Itulah benang merah yang saya tangkap dari perjalanan Bobby Nasution yang berulang kali berkantor di Nias. Mungkin saya keliru, dan karena itu saya tetap membuka ruang bagi data serta klarifikasi.
Namun jika pengamatan ini terbukti benar, maka yang sedang kita saksikan bukan sekadar rangkaian kunjungan kerja, melainkan sebuah upaya menata arah pembangunan Sumatera Utara agar tidak ada satu pun wilayah yang tertinggal hanya karena letak geografisnya (*zulfikar tanjung bersertifikat wartawan utama dewan pers)*













