Kenapa Bobby Nasution Bolak-Balik ke Nias? Ini Observasi Zul Wartawan Utama – Laman 2 – Sinarsergai
Daerah

Kenapa Bobby Nasution Bolak-Balik ke Nias? Ini Observasi Zul Wartawan Utama

×

Kenapa Bobby Nasution Bolak-Balik ke Nias? Ini Observasi Zul Wartawan Utama

Sebarkan artikel ini

Ketika gempa dan tsunami melanda, Nias kembali menjadi pusat perhatian melalui upaya penanganan dan pemulihan. Kini, Bobby Nasution menambah babak baru dengan memilih berkantor langsung di sana.

*(Benang Merah Pemerataan)*

Yang menarik perhatian saya justru tidak berhenti di Nias.

Di Pulau Sumatera, perhatian pemerintah provinsi juga mengarah pada peningkatan konektivitas di kawasan Sipiongot. Wilayah ini berada di daratan utama Sumatera Utara dan memiliki posisi yang penting dalam jaringan antarkabupaten.

Saya belum menyimpulkan bahwa perhatian terhadap Sipiongot dan Nias merupakan satu paket kebijakan yang sama.

Namun, sebagai wartawan, saya melihat adanya pola yang menarik. Di satu sisi, pemerintah memberi perhatian pada wilayah kepulauan.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya memperkuat akses di kawasan daratan yang selama ini menghadapi tantangan konektivitas.

Jika pembacaan ini benar, maka keduanya bukanlah program yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari semangat yang sama: memperkecil kesenjangan pembangunan antardaerah.

(*Misi Besar yang Mulai Terbaca*)

Dari sinilah saya mulai melihat sebuah kemungkinan yang layak diuji.

Bobby Nasution tampaknya tidak hanya mengejar capaian pembangunan fisik, tetapi sedang berupaya meletakkan fondasi pemerataan pembangunan di Sumatera Utara.

Saya sengaja menggunakan kata “tampaknya”, karena saya masih menunggu konfirmasi terhadap dokumen perencanaan resmi.

Namun, pola kebijakannya memberi kesan bahwa pembangunan diarahkan agar manfaatnya semakin merata dan tantangan geografis tidak lagi menjadi alasan lambatnya pelayanan maupun pembangunan.

Apabila pembacaan ini sejalan dengan dokumen perencanaan yang disusun pemerintah provinsi, maka langkah Bobby Nasution dapat dibaca sebagai upaya membangun Sumatera Utara dengan perspektif yang lebih menyeluruh: menghadirkan negara hingga ke wilayah kepulauan, sekaligus memperkuat simpul konektivitas di daratan.

Pada akhirnya, sejarah tidak hanya menilai seorang pemimpin dari banyaknya proyek yang diresmikan. Sejarah juga akan melihat apakah ia berhasil memperkecil jarak antardaerah, memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan, dan meletakkan fondasi yang memungkinkan pembangunan bergerak lebih merata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *