Pada kesempatan tersebut, Sinaga menyampaikan apresiasi karena Sumatera Utara dipercaya menjadi salah satu daerah yang dijadikan barometer dalam pengukuran tingkat kebugaran jasmani peserta didik.
“Agenda ini sangat penting karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan fisik anak didik. Mereka juga bisa mengetahui sejauh mana kemampuan fisik dan tingkat kebugarannya. Bahkan, dari hasil tersebut dapat diketahui cabang olahraga yang kemungkinan sesuai dengan potensi masing-masing anak,” kata Sinaga.
Di akhir keterangannya, Ketua Igornas Sumut berharap tes kebugaran jasmani dapat dilaksanakan secara rutin oleh guru olahraga di berbagai satuan pendidikan di Sumatera Utara. Ia menyarankan agar kegiatan tersebut dilakukan, misalnya pada awal semester atau menjelang kenaikan kelas, sehingga sekolah memiliki data perkembangan kebugaran setiap peserta didik.
Data hasil tes tersebut, lanjutnya, juga diharapkan dapat dikirimkan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar dapat menjadi basis data kebugaran peserta didik yang terdokumentasi dengan baik.
Menurutnya, data tersebut nantinya berpotensi menjadi salah satu rujukan dalam menemukan bibit-bibit atlet. Peserta didik yang memiliki tingkat kebugaran jasmani, kemampuan fisik, serta postur tubuh yang mendukung dapat menjadi perhatian untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai calon atlet nasional.
“Jika data kebugaran anak didik sudah terekam dengan baik, bukan tidak mungkin mereka yang memiliki kemampuan fisik dan tingkat kebugaran yang bagus dapat dipantau atau dipanggil untuk menjadi calon atlet nasional,” pungkasnya.













