Ditegaskan Firdaus, program tersebut hadir sebagai langkah preventif untuk mencegah penyimpangan penggunaan dana desa maupun aset desa. “Program ini hadir untuk mencegah penyimpangan dan tindak pidana korupsi, sekaligus memastikan program pembangunan berjalan optimal, akuntabel dan tepat sasaran. Ini terintegrasi dengan program JAM Intel Kejaksaan Agung RI bersama APEDNAS dan SMSI menjadi bagian dalam program itu melalui pembentukan Pokja News Room,” ungkap Firdaus.
Adapun Pokja News Room Jaga Desa SMSI Sumut yang dilantik, yakni; Erris J Napitupulu (Ketua), M Agus Utama S.Sos (Sekretaris), Drs Agus S Lubis (Bendahara). Sedangkan bertugas sebagai anggota; Benny Pasaribu SE, Waliyono S.Sos M.IKom, Irfandi, Dra Ayu Kesuma Ningtyas, dan Drs Husni Lubis.
Erris J Napitupulu usai pengukuhan turut mengapresiasi dan berterima kasih atas kepercayaan Ketua Umum SMSI Pusat sebagai Pengurus Pusat Pokja News Room Jaga Desa, atas kepercayaan yang diberikan kepada SMSI Sumut, sehingga Pokja News Room Jaga Desa Sumut dapat dikukuhkan.
“Tentunya tugas dan amanat Ketua Umum akan kita akomodir dan laksanakan sesuai tupoksinya. Setelah ini nanti, kami akan segera membentuk Pokja News Room di kabupaten kota untuk wilayah Sumatera Utara yang akan diamanatkan kepada Pengurus SMSI kabupatenkota,” ujar Erris.
Ketua SMSI Sumut ini juga optimis, program ini akan berjalan sesuai harapan yang dimaksud. “Harapan kami, segala program dan tugas ini mampu kami wujudkan demi berjalannya roda organisasi. Karena program ini juga hasil dari buah pikir dan rencana strategis Pak Ketum yang tidak pernah habis ide, untuk membangun dan merumuskan rencana-rencana pembangunan nasional di pusat, bahkan sampai daerah,” tutur Erris lagi.
Seminar Sektor Produktif Nasional – Pusat Finansial Internasional (PFII)
Usai Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa Sumatera Utara, agenda dilanjutkan dengan Seminar Sektor Produktif Nasional – Pusat Finansial Internasional (PFII). Hal ini dimaksudkan guna mendukung penguatanpemahaman dan menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan terhadap pengembangan finansial.













