Tebing Tinggi,Sinarsergai.com – “Banyaknya wartawan saat ini bermunculan di berbagai daerah, salah satu bukti orang yang melaksanakan tugas dan fungsi wartawan sesuai dengan amanah Undang -Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers semakin bertambah.
Tugas dan fungsi dari wartawan sebenarnya tidak begitu mudah dan tidak juga berat untuk dijalankan. Namun, sekarang ini banyak wartawan yang tidak mesti lagi repot -repot harus turun ke lapangan untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana diatur dalam Pasal 1 UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, yang berbunyi “Wartawan adalah seseorang yang melaksanakan kegiatan jurnalistik atau orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/dimuat di media massa secara teratur. Hasil liputan tersebut dipublikasi ke koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet sehingga fungsi sebagai kontrol sosial benar-benar berjalan.”
Nah, jika dikutip pendapat dari Roland E. Wolseley dalam buku Understanding Magazines (1969) nebyebutkan jurnalistik adalah pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi umum, pendapat pemerhati, hiburan umum secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada suratkabar, majalah, dan disiarkan.
Untuk memperoleh berbagai informasi setiap hari,baik itu kegiatan pemerintah maupun aparat penegak hukum dan berbagai kalangan masyarakat, wartawan tersebut harus turun ke lapangan sehingga keakuratan informasi dapat diketahui secara benar.
Namun kenyataannya sekarang ini dengan banyaknya berita dalam bentuk rilis yang setiap hari disiapkan oleh pegawai Pemerintah Kabupaten/Kota, membuat wartawan menjadi malas turun ke lapangan dan cukup setiap hari minum teh manis campur susu dengan air panas ditambah roti sambil merokok di berbagai warung bisa memperoleh bahan berita tanpa repot-repot turun ke lapangan. Ditambah lagi Pemerintah Kabupaten/Kota menyiapkan dana rilis untuk setiap tahunnya.
Dana rilis dan bahan berita rilis ini menurut Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Tebing Tinggi Ridwan Siahaan salah satu “Perangsang” memudahkan lahirnya wartawan setiap tahunnya.





