MEDAN, Sinarsergai.com – Penolakan lazimnya menjadi isyarat kegagalan. Namun tidak bagi Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A.
Baginya, jawaban “tidak” yang bergema dari ratusan jamaah haji setiap kali tiba di Asrama Haji Medan justru menjadi ukuran paling jujur bahwa pelayanan yang dibangun telah berjalan sesuai harapan jamaah.
Pemandangan itu terus berulang dalam setiap prosesi penerimaan jamaah haji Debarkasi Medan.
Usai mengucapkan selamat datang dan menyampaikan rasa syukur atas kepulangan jamaah dari Tanah Suci, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara itu selalu melontarkan satu pertanyaan yang sama.
“Bapak dan Ibu, apakah masih bersedia menginap satu malam lagi di Asrama Haji Medan?”
Belum selesai kalimat itu menggema, ratusan jamaah hampir serempak menjawab lantang.
“Tidak…!”
Suara itu memenuhi Aula Madinatul Hujjaj, disambut gelak tawa, tepuk tangan, dan wajah-wajah penuh kebahagiaan.
Menariknya, Zulkifli tidak berhenti pada satu pertanyaan. Ia kerap mengulanginya sekali lagi, seolah ingin memastikan jawabannya.
Namun respons jamaah tetap sama.
“Tidak…!”
Dan setiap kali jawaban itu terdengar, Zulkifli Sitorus justru tersenyum lebar.
Bukan karena tawarannya ditolak.
Melainkan karena itulah jawaban yang sejak awal ingin ia dengar.
Adegan yang sama terus berulang dari satu kloter ke kloter berikutnya. Pertanyaan itu disampaikan berkali-kali di hadapan para tamu kehormatan yang datang menyambut kepulangan jamaah haji.
Di antaranya saat mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara H. Surya, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara H. Sulaiman Harahap, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, serta sejumlah bupati dan wali kota lainnya yang hadir secara bergilir sesuai asal jamaah pada masing-masing kloter.
Di hadapan para kepala daerah itu pula, jawaban jamaah selalu sama: mereka ingin segera pulang.
*(Inovaai Anti Letih)*
Bagi sebagian orang, keinginan jamaah untuk segera meninggalkan Asrama Haji mungkin terdengar biasa.













