BANDA ACEH, Sinarsergai.com-Medco E&P Malaka keluar sebagai juara Mini Soccer Migas Cup 2026 setelah mengalahkan Editor FC melalui drama adu penalti pada laga final di Lapangan Fourgee Mini Soccer, Lampriet, Banda Aceh, Sabtu (5/9/2026).
Pertandingan final berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim tampil saling menyerang dan menciptakan sejumlah peluang, namun kokohnya pertahanan masing-masing kesebelasan membuat skor tetap 0-0 hingga pertandingan berakhir.
Penentuan juara kemudian dilakukan melalui drama adu penalti dengan masing-masing tim mendapat kesempatan menurunkan tiga penendang. Dua eksekutor Editor FC gagal menjalankan tugasnya, sedangkan satu tendangan pemain Medco berhasil ditepis kiper Editor FC, Rianza.
Drama tos-tosan tersebut akhirnya dimenangi Medco dengan skor 2-1. Hasil itu sekaligus memastikan Medco E&P Malaka menjadi kampiun Migas Cup 2026, sementara Editor FC harus puas sebagai runner up.
Posisi juara ketiga diraih BPMA FC setelah menang meyakinkan 3-0 atas Triangle Pasee FC dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.
Diketahui, Turnamen tersebut diikuti enam tim, yakni BPMA FC, Triangle Pase Inc. (TPI), PT Medco E&P Malaka, PT Pema Global Energi (PGE), Pewarta FC, dan Editor FC.
Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Mawardi Nur, mengatakan Mini Soccer Migas Cup 2026 digelar sebagai ajang olahraga sekaligus mempererat silaturahmi antara BPMA, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah kerja Aceh, dan insan pers.
Mawardi Nur yang hadir sekaligus menutup turnamen, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai olahraga menjadi salah satu sarana efektif untuk membangun komunikasi dan memperkuat hubungan antara sektor hulu migas dan media.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi jembatan komunikasi dan silaturahmi yang sangat efektif. Kita dapat bertemu dalam suasana yang lebih santai, lebih akrab, dan tentunya tetap penuh semangat kompetisi,” ujarnya.
Mawardi menegaskan hubungan BPMA dengan insan media perlu terus dijaga, terutama karena media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai kontribusi sektor hulu migas bagi Aceh.













