Pembina BITRA Indonesia Sebastian Saragih mengatakan kegiatan ini bertema “Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim, Minimnya Minat Generasi Milenial dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Upaya Keberlanjutan Pertanian di Sumatera Utara”. Dilaksanakan tanggal 3-5 Maret 2020 di Kabupaten Simalungun.
Hadirnya Bupati Sergai Soekirman karena didapuk sebagai salah satu narasumber Sarasehan BITRA bersama para penggiat media sosial, pertanian dan UMKM.
Seminar ini mengupas tentang generasi muda, tentang teknologi untuk keberlanjutan pertanian di wilayah Indonesia serta perkembangan komoditas Kopi di Sumut. Tuturnya.
Sementara Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga mengutarakan rasa kebanggaan dan kehormatan kepada BITRA Indonesia yang telah memilih Kabupaten Simalungun sebagai pusat kegiatan Sarasehan ke-34 BITRA Indonesia tahun 2020 serta kehadiran Bupati Sergai pada hari ini.
Terkait tentang kopi, Simalungun sebenarnya penghasil kopi arabica dan robusta yang cukup baik kualitasnya, namun tidak memiliki nama seperti halnya kopi lainnya. Beberapa waktu yang lalu Pemkab Simalungun memberikan bantuan bibit kopi kepada para petani yang berakibat peningkatan luas lahan kopi dengan 140 kelompok penanam kopi.
Dengan perkembangan teknologi, penjualan kopi hingga kini sudah semakin mendunia, tidak lagi sesulit menjual dengan memajang bungkus kopi di etalase dan berharap ada pendatang yang membeli.
Kegiatan ini kata Sinaga, kita dapat sharing dan berbagi ilmu serta cara bagaimana menjual kopi dengan efektif agar menjadikan kopi sebagai komoditas utama di Kabupaten Simalungun. (R-03)





