Ia berharap, NU memiliki upaya-upaya yang lebih baik dan dapat membangun maslahat bagi bangsa Indonesia.
Warga NU Perlu Sesuaikan Diri
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan bahwa masyarakat NU perlu menyesuaikan diri seperti yang dilakukan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang hijrah ke Jakarta.
“Kita perlu melihat ketika Gus Dur yang pindah ke Kota Jakarta yang mengawail di daerah Cilandak, hingga menjadi Presiden. Ini protret-protret perubahan tapi terus meneurus menyumbang berkontribusi sekuat-kuatnya dalam bangsa dan negara,” katanya.
Gus Yahya menegaskan bahwa saat ini NU bersungguh-sungguh menjalankan kiprahnya untuk mewujudkan keluarga maslahat bagi seluruh masyaraat Indonesia.
“Kalau semua agenda di NU dijalankan di keluarga dengan strategi-strategi dilakukan dengan konteks kesadaran, tentang masyarakat yang dalam konteks berubah dan semakin cepat perubahan itu terjadi,” katanya.
Gus Yahya berharap, Festival Keluarga Indonesia ini dapat menyebarluaskan keluarga maslahat NU dan berkontribusi kepada pengabdian kepada Indonesia.
“NU telah dengan tegas bahwa semua layanan semua pengabdian dari NU untuk seluruh masyaraat tanpa terkecuali. Jadi kalau semua yang disini mendapat layanan dari gerakan maslahat NU tidak ditanya identitasnya. Karena layanan NU untuk semuanya tanpa terkecuali,” tegasnya.
Susunan Festival Keluarga Indonesia
Sabtu, 1 Februari 2024
13.00-14.30 : Pembukaan
14.30-16.00 : Bincang Santai : Parenting ala Gus Dur & Ibu Sinta Nuriyah A. Wahid dengan pembicara Ibu Sinta Nuriyah A. Wahid dan Arifatul C. Fauzi (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI)
16.10-17.15 : Bincang Santai : Menjemput Rumah Impian: Tips & Trik untuk Keluarga Muda dengan pembicara Nixon LP Napatipulu (Direktur Utama BTN) dan Ozi (Pemain film pendek “Tilik”)
18.30 -19.30 : Bincang Santai : Keluarga Sehat, Keluarga Hebat dengan pembicara Arumi Bachsin (Artis) dan Rheza Maulana Syahputra (LKKNU)
19.40-20.40 : Bincang Santai : Keluarga Cinta Alam: Mencintai Alam, Mencintai Tuhan dengan pembicara Lucia Karina (Steering Board National Plastic Action Partnership) dan Sarmidi (Katib Syuriah PBNU)













