Keberadaan Pasar Rakyat Sei Rampah Bisa Dongkrak Perekonomian Sergai dan Rugikan Negara – Laman 3 – Sinarsergai
Opini

Keberadaan Pasar Rakyat Sei Rampah Bisa Dongkrak Perekonomian Sergai dan Rugikan Negara

×

Keberadaan Pasar Rakyat Sei Rampah Bisa Dongkrak Perekonomian Sergai dan Rugikan Negara

Sebarkan artikel ini

Keluhan penurunan pendapatan diutarakan oleh pedagang yang ada di Pasar Rakyat Sei Rampah Gedung Blok A yakni Yeyet Pedagang Cincau dan Kolang Kaling,warga Dusun III Kampung Mandailing Desa Sei Rampah, Vera br Damanik, pedagang Ikan Asin,berdomisili di Kampung Keling Desa Sei Rampah,Kecamatan Sei Rampah, Nedia br Simbolon, pedagang Sayur Mayur, warga Dusun III Desa PON,Kecamatan Sei Bamban dan keluhan penurunan pendapatan juga disampaikan Mardia Lubis (54) pedagang pakaian di Gedung Blok B, warga Dusun II Desa Firdaus,Kecamatan Sei Rampah.

*Rugikan Negara*

Pemerintah Pusat yang telah mengucurkan anggaran mencapai Miliyaran Rupiah tentunya berharap Pembangunan Pasar Rakyat Sei Rampah bisa benar-benar bermanfaat. Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Kementerian Perdagangan Sihard Hadjopan Pohan menyampaikan saat peninjauan perkembangan Pembangunan Pasar Rakyat Sei Rampah,meminta kepada PEmkab Sergai agar gedung yang dibangun ini segera dimanfaatkan dan dipergunakan, jangan nanti gedung ini selesai dikerjakan sampai rusak,ternyata belum juga dipakai oleh para pedagang. Hal itu disampaikannya saat monitoring pembangunan Pasar Rakyat Sei Rampah, pada Selasa, 11 Desember 2018 yang lalu.

Nah, saat ini Geudng Blok B Pasar Rakyat Sei Rampah masih banyak Los dan kios yang tidak dipergunakan sehingga Los dan kios itu tampak kotor. Dengan banyaknya Los dan Kios yang belum dipergunakan oleh pedagang, jelas merugikan Negara. Pasalnya uang Negara sudah Miliyaran dikucurkan dan tidak sesuai dengan harapan Pemerintah Pusat.

Selanjutnya, retribusi yang mestinya menjadi PAD (Pendapatan Asli Daerah) sudah bertahun-tahun tidak masuk ke kas daerah Pemkab Sergai, karena banyak Los dan Kios yang kosong. Sedangkan di Gedung Blok A diperkirakan ada 10 los yang kosong. Ini juga merugikan kas daerah karena mengurangi PAD. Sementara uang sudah Miliyaran rupiah dihabiskan untuk pembangunan kedua gedung tersebut.**************(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *