Wamen Isyana Kunjungi Ibu Hamil KEK yang Bermukim di Rumah Sempit, Tanpa Jamban dan Air Keruh – Laman 2 – Sinarsergai
AcehDaerahNasional

Wamen Isyana Kunjungi Ibu Hamil KEK yang Bermukim di Rumah Sempit, Tanpa Jamban dan Air Keruh

×

Wamen Isyana Kunjungi Ibu Hamil KEK yang Bermukim di Rumah Sempit, Tanpa Jamban dan Air Keruh

Sebarkan artikel ini

 

Seribu HPK adalah periode kritis dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun, yang sangat penting untuk mencegah stunting (gagal tumbuh) akibat kekurangan gizi kronis, infeksi, dan pengasuhan yang tidak tepat selama periode ini.

 

Intervensi pada 1000 HPK meliputi pemenuhan gizi ibu hamil dan anak melalui ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) bergizi, suplementasi vitamin dan zat besi, imunisasi lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang anak di Posyandu.

 

Sementara itu, untuk akses air bersih Nurlaila masih menggunakan air isi ulang untuk di konsumsi dan masak. Mengingat air dari sumur yang ada di desa tersebut keruh dan tidak layak dikonsumsi.

 

• Edukasi Pencegahan Stunting

 

Kunjungan Wamen Isyana ke tempat itu untuk mengedukasi pencegahan stunting. Wamen juga ingin memastikan masyarakat di desa ini memahami pencegahan stunting. Tidak hanya dari makanan bergizi tetapi juga dari pemilikan jamban sehat, air bersih layak konsumsi, dan sanitasi lingkungan,” kata Isyana.

 

Jamban penting untuk intervensi stunting karena selain kekurangan nutrisi, sanitasi yang buruk dapat menjadi salah satu penyebab stunting melalui penyebaran penyakit infeksi yang mengganggu pencernaan dan penyerapan gizi anak dan ibu hamil.

 

Wamen yang juga pernah menjadi jurnalis di salah satu stasiun televisi swasta di tanah air juga menambahkan, quick win Genting bertujuan mencegah dan menurunkan angka stunting melalui bantuan gotong royong masyarakat.

 

Program ini, jelas Isyana, melibatkan partisipasi masyarakat sebagai orang tua asuh (OTA) untuk memberikan dukungan nutrisi, edukasi, dan bantuan non-nutrisi kepada keluarga berisiko stunting, seperti ibu hamil, ibu menyusui dan baduta dari Keluarga Berisko Stunting.

 

“Kunjungan kami ke desa ini juga untuk memastikan apakah program Genting berjalan atau tidak. Selain itu juga kami mengimbau ibu hamil dan anak membuang air besar di jamban,” kata Isyana.

 

Dalam kesempatan itu Wamen Isyana mengajak semua kalangan masyarakat untuk terlibat dan bergotong royong, dalam program Genting, sebagai orang tua asuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *