Romi mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan tidak mudah terjebak dalam arus informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Demokrasi yang sehat membutuhkan kritik, tetapi kritik harus berbasis data dan argumentasi, bukan fitnah. Jika ruang publik dipenuhi oleh disinformasi, maka yang runtuh bukan hanya reputasi individu, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan itu sendiri,” pungkasnya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengedepankan etika komunikasi, memperkuat budaya tabayyun (klarifikasi), serta menjaga kondusivitas daerah agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Zainal













