JAKARTA, Sinarsergai.com – Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier menilai isu pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang belakangan beredar di ruang publik tidak memiliki dasar yang jelas.
Menurut dia, kabar tersebut lebih merupakan upaya membangun persepsi negatif terhadap arah kebijakan ekonomi baru yang tengah dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Fuad mengatakan hingga saat ini tidak ada pembahasan resmi di lingkungan pemerintahan terkait pergantian Purbaya.
Karena itu, ia meminta publik tidak mudah terpengaruh oleh berbagai spekulasi yang berkembang dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menurut Fuad, kemunculan isu tersebut tidak dapat dilepaskan dari dinamika perubahan paradigma ekonomi yang sedang didorong pemerintah.
Ia menilai sejumlah kebijakan baru yang berorientasi pada penguatan peran negara mulai menghadapi resistensi dari kelompok-kelompok yang selama ini diuntungkan oleh sistem lama.
“Saya tidak melihat ada dasar yang kuat terkait isu pergantian itu. Sepanjang yang saya ketahui, tidak ada pembahasan resmi mengenai penggantian Menteri Keuangan,” kata Fuad dalam Forum Ekonom Konstitusi bertajuk Masa Depan Rupiah dan Paradigma Baru di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Ia menilai berbagai isu yang muncul belakangan perlu dilihat secara proporsional.
Menurut dia, dalam setiap proses perubahan kebijakan ekonomi selalu ada pihak-pihak yang berupaya mempertahankan status quo dan membentuk opini publik yang tidak sejalan dengan arah perubahan yang sedang dijalankan.
Dalam kesempatan itu, Fuad juga mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus tetap berpijak pada amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Ia menegaskan bahwa perdebatan mengenai sistem ekonomi seharusnya tidak terjebak pada pertentangan antara neoliberalisme dan sosialisme.
“Kalau kita sendiri tidak memegang konstitusi kita, lalu siapa lagi yang akan menjaganya? Yang paling penting adalah menjalankan amanat konstitusi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujarnya.













