Menurut Nasruddin, isi surat tersebut berisi pemberitahuan dan permintaan koordinasi terkait pelaksanaan mutasi ASN yang ditujukan kepada kepala sekolah.
“Karena dalam surat tertulis nama SDN Krueng Seumanyam, saya teruskan kepada kepala sekolah yang bersangkutan,” ungkap Nasruddin kepada media. Sabtu (20/6/26).
Namun keesokan harinya, Nasruddin mendapat informasi bahwa surat tersebut tidak benar dan diduga merupakan bagian dari praktik penipuan.
“Pagi tadi saya menerima telepon dan pesan WhatsApp dari Pak Said Noh, Kepala SDN Krueng Seumanyam. Beliau menyampaikan bahwa surat yang beredar itu tidak benar dan merupakan penipuan,” lanjutnya.
Nasruddin berharap aparat penegak hukum segera mengusut tuntas pihak yang berada di balik penyebaran surat palsu tersebut.
“Kami berharap Polres Nagan Raya segera menelusuri dan mengungkap pelaku yang menyebarkan surat ini. Jangan sampai ada ASN atau kepala sekolah yang menjadi korban. Peristiwa ini sudah menimbulkan keresahan di lingkungan pendidikan,” tegasnya kepada awak media
Beredarnya surat palsu yang mencatut nama BKPSDM menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Selain merusak kredibilitas lembaga negara, tindakan tersebut juga menunjukkan adanya upaya sistematis untuk memanfaatkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
Kini publik menunggu langkah cepat aparat penegak hukum untuk mengungkap siapa aktor di balik penyebaran surat palsu tersebut. Sebab jika dibiarkan, praktik pemalsuan dokumen dan pencatutan nama pejabat dapat menjadi ancaman nyata bagi tata kelola pemerintahan dan dunia pendidikan di Nagan Raya.
Zainal













