Nasri mengatakan, lomba dayung sampan tradisional merupakan agenda yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, keberadaan tradisi tersebut harus terus dipertahankan karena menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.
“Lomba ini kami laksanakan untuk memeriahkan HUT RI ke-81 sekaligus mempertahankan budaya dan tradisi masyarakat nelayan di Pantai Labu. Tradisi ini sudah ada sejak 1978 sehingga jangan sampai hilang karena perkembangan zaman. Kita harus bersama-sama menjaga dan melestarikannya,” ujar Nasri.
Sementara itu, Ketua Panitia Saiful menjelaskan, dari 14 tim yang mengikuti babak penyisihan, delapan tim berhasil melanjutkan pertandingan ke semifinal. Setelah melalui persaingan di babak tersebut, empat tim kemudian memastikan diri tampil di grand final.
Keempat tim yang berhasil mencapai partai puncak adalah Delima Laut 1, Delima Laut 2, Jaguar, dan Nuri Indah. Babak grand final kembali dilepas langsung oleh Kepala Desa Paluh Sibaji, Nasri.
Dari hasil perlombaan, Nuri Indah berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Delima Laut 1, Jaguar meraih peringkat ketiga, sedangkan Delima Laut 2 harus puas berada di posisi keempat.
Para pemenang memperoleh trofi dan uang pembinaan serta hadiah berupa beras. Juara pertama mendapatkan trofi dan 90 kilogram beras, juara kedua memperoleh 45 kilogram beras, juara ketiga menerima 30 kilogram, sedangkan juara keempat mendapatkan 15 kilogram beras.
Selain hadiah tersebut, panitia juga memberikan tambahan tabanas senilai jutaan rupiah sebagai bentuk apresiasi dan pembinaan kepada para peserta yang berhasil meraih juara.













