BREAKING NEWS  Konflik Warga dengan PT Bumi Flora Memanas, Warga Laporkan Gas Air Mata dan Dugaan Peluru Karet. – Sinarsergai
AcehDaerah

BREAKING NEWS  Konflik Warga dengan PT Bumi Flora Memanas, Warga Laporkan Gas Air Mata dan Dugaan Peluru Karet.

×

BREAKING NEWS  Konflik Warga dengan PT Bumi Flora Memanas, Warga Laporkan Gas Air Mata dan Dugaan Peluru Karet.

Sebarkan artikel ini

ACEH TIMUR Sinarsergai.com-Ketegangan kembali pecah di kawasan PT Bumi Flora, Kabupaten Aceh Timur, Senin (28/9/2026). Aksi masyarakat terkait konflik agraria dan persoalan Hak Guna Usaha (HGU) berujung situasi memanas setelah warga melaporkan adanya penggunaan gas air mata serta suara yang diduga berasal dari tembakan.

Informasi yang dihimpun dari lapangan menyebutkan, aparat Brimob diduga melakukan pembubaran massa menggunakan gas air mata. Sejumlah warga juga mengaku mendengar beberapa kali suara letusan yang menyerupai tembakan.

Situasi semakin menjadi perhatian setelah muncul laporan mengenai warga yang mengalami luka. Beberapa kendaraan juga disebut mengalami kerusakan. Bahkan, warga menduga terdapat massa yang terkena peluru karet.

Namun, sampai berita ini diterbitkan, belum ada kepastian mengenai jumlah korban, jenis amunisi yang digunakan maupun penyebab pasti luka yang dialami warga. masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak kepolisian dan instansi terkait.

Amir Hamzah alias Aneuk Syuhada mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak.

“Untuk sementara kami belum mengetahui secara pasti jumlah korban dan kondisi seluruh warga. Kami masih melakukan pendataan. Yang jelas, situasi hari ini sangat memanas dan masyarakat meminta pemerintah segera hadir menyelesaikan persoalan yang sudah berlangsung lama,” ujar Amir Hamzah.

Bukan hanya soal benturan di lapangan. Masyarakat juga menyampaikan informasi bahwa enam orang diduga telah diamankan aparat.

Perwakilan masyarakat dari tiga basis serikat tani mendesak agar status keenam warga tersebut segera dijelaskan. Mereka mempertanyakan dasar pengamanan dan meminta proses hukum terhadap warga dilakukan secara transparan serta sesuai ketentuan yang berlaku.

 

 

Jika tidak ada kejelasan, massa menyatakan akan kembali menyampaikan aspirasi dengan jumlah yang lebih besar.

 

 

Di tengah situasi tersebut, pertanyaan yang kini mengemuka bukan sekadar siapa yang terlibat dalam ketegangan hari ini, tetapi mengapa konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun kembali berujung pada situasi yang berpotensi menimbulkan korban?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *