Kedua, mempertemukan UMKM dengan akses pembiayaan dan pasar.
Dalam agenda ini, peran Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara juga menjadi bagian penting dari kolaborasi. Menurut Yuliani, penguatan UMKM tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian.
Dukungan BI diperlukan terutama dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, membuka akses pembiayaan, serta mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga keuangan melalui business matching.
Kolaborasi Pemprov Sumut dan BI Sumut tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan UMKM diarahkan tidak berhenti pada produksi dan sertifikasi, tetapi berlanjut hingga akses modal, perluasan pasar, dan penguatan kapasitas usaha.
Sumut Halal Fest menghadirkan business matching pembiayaan, bazar dan pameran UMKM, Halal Centre, layanan perbankan, serta berbagai forum yang mempertemukan pelaku usaha dengan ekosistem pendukungnya.
Di titik ini, kegiatan tersebut menjadi lebih dari sekadar festival.
Ia berpotensi menjadi ruang pertemuan antara produk, modal, pasar, dan konsumen.
Bahkan, langkah itu sejalan dengan agenda lebih besar Dinas Koperasi dan UKM Sumut untuk mendorong UMKM menembus pasar global. Dalam program Sumut Digital Market, misalnya, sebanyak 100 UMKM potensial ekspor disiapkan mendapatkan pendampingan, termasuk pemanfaatan marketplace global.
Ketiga, membangun literasi ekonomi syariah.
Forum dan talkshow ekonomi syariah, data ekonomi syariah, Halal Centre, hingga layanan perbankan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Namun, ada satu magnet lain yang kemungkinan besar akan menarik perhatian publik.
Pada rangkaian acara juga dijadwalkan Tabligh Akbar bersama Ustadz Hilman Fauzi, seorang dai muda yang dikenal luas dengan gaya dakwah yang ringan, komunikatif, dan dekat dengan generasi muda.
Sejumlah sumber menyebut Hilman Fauzi sebagai penceramah muda yang populer melalui tausiyah dan konten dakwah di media sosial.
Kehadirannya memberikan warna berbeda.
Festival ekonomi halal tidak hanya berbicara tentang transaksi, sertifikasi, modal dan pasar, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual masyarakat.













