Agar gagasan tersebut dapat dipahami dan diterapkan secara lebih luas, ia juga mendorong pembentukan kader ekonomi di setiap kecamatan. Para kader nantinya dapat berperan dalam menyampaikan serta mensosialisasikan gerakan ekonomi umat kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
“Dari masing-masing kecamatan bisa dihimpun sekitar 100 orang. Kalau diterapkan di 17 kecamatan, maka akan ada sekitar 1.700 kader yang dapat membantu menyosialisasikan gerakan ekonomi umat kepada masyarakat,” katanya.
Buya Tamlih berharap penguatan UMKM di Kabupaten Sergai tidak hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, diperlukan keterlibatan masyarakat agar pengembangan potensi ekonomi desa dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Ia menegaskan, pembangunan ekonomi umat tidak semata-mata berorientasi terhadap pencapaian keuntungan. Lebih jauh, ekonomi yang kuat diharapkan mampu menciptakan kemandirian, meningkatkan kesejahteraan, serta menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Di kesempatan yang sama, Ketua SMSI Sergai Zuhari, didampingi Wakil Sekretaris Husnul Rizal, mengatakan bahwa UMKM mempunyai posisi strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. Keberadaan UMKM, menurutnya, dapat menjadi salah satu jaring pengaman ekonomi, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah di berbagai daerah.













