Cegah Risiko Sejak Dini, Guru PAUD Deli Serdang Dibekali Edukasi Mitigasi Bencana – Sinarsergai
Daerah

Cegah Risiko Sejak Dini, Guru PAUD Deli Serdang Dibekali Edukasi Mitigasi Bencana

×

Cegah Risiko Sejak Dini, Guru PAUD Deli Serdang Dibekali Edukasi Mitigasi Bencana

Sebarkan artikel ini

LUBUK PAKAM, Sinarsergai.com – Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Deli Serdang dibekali pengetahuan mitigasi bencana agar dapat mengajarkan langkah dasar penyelamatan diri kepada anak-anak, terutama dalam menghadapi risiko banjir dan kebakaran.

Pembekalan tersebut dilakukan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Guru TK/RA/Kelompok Bermain (KB) se-Kabupaten Deli Serdang Tahun 2026 yang diselenggarakan DPC Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP-PAUD) Deli Serdang di Gedung Serbaguna PKK Deli Serdang, Lubuk Pakam, Kamis (29/10/2026).

Saat membuka kegiatan, Ketua DPC PP-PAUD Deli Serdang, Asniar Lom Lom Suwondo, mendorong para guru menerapkan materi pelatihan dalam pembelajaran di sekolah. Anak-anak perlu dikenalkan pada potensi bahaya di lingkungan sekitar dan tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat.

Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Penting Orang Tua dan Sekolah/Penyelenggara PAUD dalam Menghadapi Perubahan Iklim pada Satuan PAUD di Kabupaten Deli Serdang”. Pelatihan diikuti dua guru dari masing-masing 22 kecamatan.

Materi mitigasi bencana disampaikan Nella dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deli Serdang. Pembelajaran juga perlu diperkuat dengan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan dan keterlibatan orang tua agar pengetahuan yang diberikan di sekolah dapat diterapkan di rumah.

Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang sekaligus Bunda PAUD, Jelita Asri Ludin Tambunan, mengingatkan para guru agar membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar untuk menghadapi bencana.

“Sebagai pendidik, kita harus mengajarkan dan membina anak-anak agar mengetahui cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana, seperti banjir maupun kebakaran. Anak-anak perlu memahami tindakan yang harus dilakukan agar terhindar dari bahaya yang dapat mengancam keselamatan mereka,” kata Jelita saat menutup kegiatan.

Menurutnya, materi pelatihan perlu diterapkan dengan metode yang sesuai usia anak agar mudah dipahami. Edukasi keselamatan tidak cukup disampaikan melalui teori, tetapi perlu menjadi bagian dari pembiasaan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *