Asahan, Sinarsergai.com – Ketua Umum Gerakan Anak Sumatera Anti Kedzholiman (GASAK) Dicky Erianda mempertanyakan kinerja dari kontrak dariCV.Dear Riahta yang mengerjakan proyek peningkatan jalan dengan beton yang bersumber dari APBD Kabupaten Asahan Tahun 2022 melalui dinas PUPR Asahan di Jalan Durian Jantung dan Jalan Gereja Bethel, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan.
Pasalnya, baru saja proyek di dua lokasi itu telah selesai dikerjakan 100 persen, hasil dari pengerjaan proyeknya tampak bergelombang dan mengalami keretakan pada beberapa sisinya.
Dalam penilaian aktifis Asahan Ketua Umum GASAK Dicky Erianda atau sering disapa Nanda Erlangga, bahwa pengerjaan proyek tersebut diduga asal- asalan sehingga hasilnya jauh dari harapan dan tidak sesuai yang diharapkan.
“Kami menduga adanya tindakan korupsi anggaran sehingga spesifikasi dan kualitas jalan yang dibangun itu tidak terlihat bagus,”terang Nanda Erlangga Minggu (11/9/2022).
Ia dan rekannya akan mengirim surat kepda Pemkab Asahan serta Badan Pemeriksa Keuangan untuk menindak lanjuti atau memeriksa pekerjaan tersebut. “Jika hal ini tidak ditanggapi, maka kami akan pertanyakan ini bersama warga dan akan membuat aksi unjuk rasa,”cetusnya.
Masih ucapan Nanda, ia menduga untuk mengelabui, pihak CV .Dear Riahta disinyalir sengaja melakukan tempelan pada bagian sisi yang mengalami keretakan tersebut.
“Namun sebutnya, sangat disayangkan, jika proyek peningkatan jalan dengan beton yang bersumber dari APBD Kabupaten Asahan Tahun 2022 di dua lokasi tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, apalagi pembangunan kedua jalan itu sudah lama dinantikan oleh masyarakat di dua lokasi tersebut,” terangnya.
Nada yang hampir sama diutarakan, Edi yang juga sebagai salah seorang Pemerhati di Kabupaten Asahan juga merasa kecewa berat terhadap hasil dari proyek yang dikerjakan oleh pihak CV Dear Riahta di dua lokasi tersebut.
“Pekerjaan proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Asahan tahun 2022 di dua lokasi tersebut dengan pagu anggaran Rp 197.880. 000 dan Rp 198.000.000 tersebut telah selesai dikerjakan 100 persen oleh pihak CV Dear Riahta, akan tetapi, kok bisa ya hasilnya itu bergelombang dan adanya keretakan pada beberapa titiknya,” ungkapnya dengan nada heran.





