Yuslin Siregar Sudah 22 Hari Tanpa Putus Ajak Imam dan Jamaah Doakan Donatur – Sinarsergai
Daerah

Yuslin Siregar Sudah 22 Hari Tanpa Putus Ajak Imam dan Jamaah Doakan Donatur

×

Yuslin Siregar Sudah 22 Hari Tanpa Putus Ajak Imam dan Jamaah Doakan Donatur

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Sinarsergai.com – Haji Yuslin Siregar sudah 22 hari tanpa putus setiap hari mengajak imam Masjid Agung Medan bersama ratusan jamaah mendoakan para donatur pada saat menjelang berbuka puasa bersama.

Rutinitas yang berlangsung sepanjang Ramadan itu mungkin tampak sederhana, tetapi sesungguhnya memuat pesan penting tentang bagaimana sebuah institusi keagamaan menjaga kehormatan, amanah, dan keberlanjutan tradisi berbagi di tengah masyarakat.

Sebagai Sekretaris Badan Kenaziran Masjid Agung Medan, H. Yuslin Siregar tidak hanya berperan sebagai pengelola kegiatan. Ia juga menjadi penghubung moral antara para dermawan dan jamaah.

Di hadapan ratusan bahkan ribuan jamaah yang hadir setiap sore untuk berbuka puasa bersama—rata-rata lebih dari 600 orang setiap hari dan dapat melampaui 1.000 jamaah pada akhir pekan—Yuslin secara konsisten menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah menginfakkan sebagian rezekinya demi kelancaran kegiatan Ramadan di masjid kebanggaan masyarakat Sumatera Utara tersebut.

Tradisi ini bukan sekadar formalitas. Setiap menjelang azan Magrib, para imam Masjid Agung Medan secara bergantian memimpin doa, memohonkan keberkahan bagi para dermawan: agar mereka diberikan kesehatan, kelapangan rezeki, kebahagiaan keluarga, serta perlindungan dari Allah SWT.

Para donatur yang selama ini mendukung kegiatan Ramadan di Masjid Agung Medan berasal dari berbagai kalangan. Di antaranya H Musa Idishah atau yang dikenal sebagai Dodi Anif, H Indra Utama, H Teuku Soelaiman, H Yuslin Siregar, HT Dzulmi Eldin, H Suhardi Aroma, H Aldi Subartono, H Muslim Siregar, H Chandra Lubis, dan H Azis Balatif. Sementara itu keluarga almarhum H Raja Inal Siregar turut berkontribusi dengan menyediakan donasi air mineral dalam jumlah besar bagi jamaah.

Dukungan para dermawan tersebut memungkinkan terlaksananya program berbuka puasa bersama sepanjang Ramadan yang menghadirkan suasana kebersamaan di Masjid Agung Medan.

Bahkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan, kenaziran juga menyiapkan makan sahur bagi jamaah yang melaksanakan iktikaf pada malam-malam ganjil. Makanan sahur berupa nasi bungkus yang disiapkan dari salah satu restoran ternama di Kota Medan ini menjadi bentuk pelayanan nyata bagi jamaah yang datang beribadah hingga dini hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *