MEDAN, Sinarsergai.com — Wawancara itu semula berlangsung biasa. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan tenang. Sebagai Petugas Haji Daerah (PHD) Kloter 17 Debarkasi Medan, Masdar Tambusai menceritakan berbagai pengalaman selama mendampingi jamaah haji Sumatera Utara di Tanah Suci.
Ia berbicara tentang pelayanan, tentang makanan jamaah yang tersedia dengan baik, tentang ibadah yang dapat dilaksanakan dengan nyaman, serta tentang berbagai kebutuhan jamaah yang berhasil dipenuhi selama pelaksanaan haji berlangsung.
Namun suasana berubah ketika pembicaraan menyentuh satu hal yang jauh lebih dalam: pengalaman spiritual.
Belum selesai pertanyaan diajukan, suara Masdar mulai bergetar. Kalimat yang hendak disusunnya seolah tertahan di tenggorokan. Matanya berkaca-kaca. Beberapa detik kemudian, ia sesenggukan. Air mata mulai memenuhi kelopak matanya.
Wawancara pun terhenti.
Melihat kondisi itu, pewawancara memilih menghentikan pertanyaan.
“Silakan saja menangis, Pak. Tidak apa-apa. Luapkan saja isi hati,” ucapnya.
Momen itu menghadirkan keheningan yang berbicara lebih banyak daripada seribu kalimat.
Sebab rupanya ada pengalaman yang memang tidak selalu dapat diterjemahkan menjadi kata-kata.
Masdar kemudian berusaha menenangkan diri. Dengan suara yang masih bergetar, ia mengaku bahwa menjadi petugas haji memberikan kebahagiaan yang sulit dijelaskan.
“Sebagai petugas haji ada kebahagiaan tersendiri yang luar biasa. Kita senang ketika jamaah bisa beribadah dengan nyaman dan tenang. Kita puas ketika kebutuhan mereka tersedia dengan baik. Kita melihat mereka makan dengan gembira, melaksanakan ibadah dengan lancar, dan merasakan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.
Baginya, kepuasan terbesar bukanlah penghargaan atau pengakuan.
Kepuasan itu hadir ketika melihat para jamaah dapat menunaikan rukun Islam kelima dengan khusyuk.
Ketika seorang jamaah tersenyum karena memperoleh pelayanan yang baik, ketika seorang lansia dapat menyelesaikan rangkaian ibadah dengan aman, ketika rombongan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, di situlah seorang petugas merasakan kebahagiaan yang mungkin tidak pernah tercatat dalam laporan resmi.













