“Jika Ancol ingin menjadi ruang publik sekaligus destinasi hiburan bagi semua kalangan, maka sistem pengawasan juga harus diperkuat. Jangan hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pengunjung dan keuntungan, tetapi mengabaikan nilai, keamanan, serta kepatutan dari kegiatan yang berlangsung di kawasan tersebut,” tegasnya.
Minta Sponsor Turut Diperiksa
Selain menuntut adanya pertanggungjawaban dari manajemen Ancol, Sultoni juga meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait mengusut secara menyeluruh kemungkinan keterlibatan pihak sponsor dalam kejadian tersebut.
Ia meminta PT Orang Tua Group dan Newport turut dimintai pertanggungjawaban dan diberikan sanksi apabila hasil penyelidikan nantinya membuktikan adanya keterlibatan dalam aktivitas tersebut.
“Jika dalam penyelidikan ditemukan adanya perintah, pembiaran, atau keterlibatan dari pihak perusahaan, jangan hanya berhenti pada petugas lapangan. PT Orang Tua Group dan Newport juga harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.
Sultoni menegaskan, proses pemeriksaan tidak seharusnya hanya diarahkan kepada pihak yang berada di lapangan. Menurutnya, seluruh rantai tanggung jawab, mulai dari pengelola acara, pemegang booth, sponsor, hingga pengelola kawasan, perlu diperiksa secara objektif.
“Jangan sampai nantinya yang dimintai pertanggungjawaban hanya petugas lapangan, sementara pihak yang memiliki kewenangan dan memperoleh keuntungan dari kegiatan tersebut justru lepas dari tanggung jawab,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sultoni menyatakan PB KAMI mendukung langkah kepolisian dalam mengusut kasus tersebut secara transparan. Ia berharap hasil penyelidikan dapat disampaikan kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan.
“Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai aturan. Jangan ada perlakuan khusus hanya karena kasus ini berkaitan dengan perusahaan besar atau kegiatan komersial,” pungkasnya.













