PADANG, Sinarsergai.com-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto beserta jajaran menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Selasa (13/1).
Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Presiden untuk memastikan percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat berjalan efektif, terukur, dan terkoordinasi lintas kementerian/lembaga serta pemerintah daerah.
Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa pemulihan pascabencana merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak. Ia menekankan pentingnya kecepatan pemulihan sebagai kunci mengembalikan kehidupan masyarakat ke kondisi normal.
“Pemulihan pascabencana di Sumatera Barat adalah bagian dari komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk menghadirkan negara secara nyata. Pemulihan yang cepat dan terukur menjadi kunci untuk mengembalikan kehidupan sosial, ekonomi, dan pelayanan publik masyarakat,” ujar Tito.
Mendagri menjelaskan bahwa pembentukan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada 8 Januari 2026 melibatkan kementerian koordinator serta kementerian dan lembaga terkait. Fokus utama pemulihan diarahkan pada kembalinya aktivitas ekonomi masyarakat, dengan dukungan percepatan perbaikan infrastruktur jalan, fasilitas umum, serta layanan dasar seperti listrik, SPBU, PDAM, internet, dan ketersediaan LPG.
Sebagai Wakil Ketua II Satgas, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa pelaksanaan tanggap darurat di Provinsi Sumatera Barat menunjukkan tidak adanya penambahan korban jiwa. Namun demikian, masih terdapat 72 orang dinyatakan hilang dan 10.854 jiwa mengungsi, sementara seluruh kabupaten dan kota telah memasuki fase transisi darurat ke pemulihan.
“Seluruh daerah terdampak telah memasuki fase transisi pemulihan. Dukungan logistik, operasi udara, serta operasi modifikasi cuaca tetap dilanjutkan sesuai rekomendasi kementerian dan lembaga terkait,” jelas Suharyanto.












