H.T. Soelaiman: “Hati Saya Bergetar” — Ketika Donasi Ramadan Jadi Jalan Ketenangan Batin – Sinarsergai
Daerah

H.T. Soelaiman: “Hati Saya Bergetar” — Ketika Donasi Ramadan Jadi Jalan Ketenangan Batin

×

H.T. Soelaiman: “Hati Saya Bergetar” — Ketika Donasi Ramadan Jadi Jalan Ketenangan Batin

Sebarkan artikel ini

MMEDAN, Sinarsergai.com— Haji Teuku Soelaiman, salah seorang donatur kegiatan Ramadan di Masjid Agung Medan, memilih berdiri di balik layar.

Namun dari perannya yang senyap itu, lahir kontribusi besar yang memungkinkan ribuan jamaah menikmati berbuka puasa bersama dan mengikuti iktikaf dalam suasana khusyuk sepanjang bulan suci.

Bersama beberapa donatur lainnya, ia turut menalangi pembiayaan kegiatan Ramadan yang dihadiri puluhan ribu jamaah tersebut.

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan—dari berbuka puasa hingga iktikaf malam-malam ganjil—terselenggara tanpa menggunakan dana kas masjid maupun tabungan infak, melainkan murni dari keikhlasan para dermawan.

Bagi Soelaiman, keterlibatan itu bukan sekadar partisipasi sosial. Ada getaran batin yang ia rasakan setiap kali menyaksikan jamaah berbuka dan beribadah dengan tenang di masjid kebanggaan masyarakat Sumatera Utara itu.

Bagi Soelaiman, keterlibatannya bukan sekadar soal memberi, melainkan pengalaman spiritual yang menggugah.

“Gembira sekali saya bisa ikut berpartisipasi membantu pelaksanaan kegiatan Ramadan di Masjid Agung Medan, baik untuk berbuka puasa bersama maupun mendukung iktikaf pada malam-malam ganjil,” ujarnya saat ditemui wartawan.

Namun lebih dari sekadar kegembiraan, ia mengaku merasakan sesuatu yang jauh lebih dalam.

“Saya mengakui, sangat bergetar hati saya ikut dalam kegiatan Ramadan ini,” tuturnya pelan, seolah menimbang setiap kata.

Getaran itu, menurutnya, lahir dari keyakinan bahwa apa yang dilakukan bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan ibadah yang dirancang dengan niat tulus dan dijalankan secara amanah.

Ia mengapresiasi peran Badan Kenaziran Masjid Agung Medan yang dikoordinasikan oleh H Yuslin Siregar.

Baginya, kesempatan untuk ikut terlibat sebagai donatur adalah ruang berharga untuk menunaikan amal di bulan yang hanya datang setahun sekali.

“Ini kegiatan yang kita rasakan betul-betul ikhlas, ada perencanaan, dan dijalankan dengan amanah. Kita merasa diberi kesempatan untuk beramal di bulan penuh berkah. Ada ketenangan di dalam batin,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *