Bireuen , Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional Ke 33 Tahun 2026 Jajaran Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Bireuen melaksanakan upacara yang berlangsung Khidmat dihalaman Kantor Lapas Bireuen.
Upacara diikuti seluruh pejabat Struktural dan Pegawai Lapas Bireuen dengan mengenakan pakaian adat daerah sebagai wujud Pelestarian budaya sekaligus simbol keberagaman persatuan bangsa.
Dan bertindak sebagai inspektur Upacara, Kepala Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Bireuen Bapak Didik Niryanto memimpin jalannya upacara dengan penuh khidmat Nuansa kebangsaan semakin terasa melalui keberagaman pakaian adat yang dikenakan oleh seluruh peserta, mencerminkan semangat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam kesempatan tersebut, Kalapas Didik Niryanto membaca amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat,cerdas, berkarakter.
Di era disrupsi digital yang serba cepat, kehadiran orang tua di rumah sering kali tergerus oleh layar ponsel. Menyadari urgensi tersebut, Kalapas Didik Niryanto melalui peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33, menegaskan kembali bahwa “Keluarga Wajib Hadir,” sebuah komitmen untuk menjaga interaksi nyata demi membentengi karakter generasi penerus bangsa.
Tampil dengan nuansa keberagaman, seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menjadi simbol penghormatan terhadap kekayaan budaya nusantara serta penguatan semangat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir,” peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi bagi setiap keluarga untuk memperkuat peran sebagai fondasi utama pembangunan generasi bangsa yang berkualitas.
“Tema kali ini bukanlah sekadar slogan, melainkan pengingat bahwa ketangguhan anak di masa depan sangat bergantung pada kehadiran emosional orang tua. Di tengah arus digital yang masif, keluarga harus menjadi ruang aman yang mampu membentengi anak dari pengaruh negatif gawai dan degradasi moral,” ujar Kalapas Bireuen Didik Niryanto.













