Voucke Lontaan: DK PWI Harus Pula Memberi Pilihan Kepada Munir, menjadi Ketum PWI Atau Dewas BUMN Antara – Sinarsergai
Daerah

Voucke Lontaan: DK PWI Harus Pula Memberi Pilihan Kepada Munir, menjadi Ketum PWI Atau Dewas BUMN Antara

×

Voucke Lontaan: DK PWI Harus Pula Memberi Pilihan Kepada Munir, menjadi Ketum PWI Atau Dewas BUMN Antara

Sebarkan artikel ini

JAKARTA,Sinarsergai.com – Keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat memberhentikan penuh Firdaus sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) disayangkan oleh Penasehat PWI Sulawesi Utara dan mantan Ketua PWI Sulawesi Utara dua periode, Voucke Lontaan.

Voucke menilai persoalan yang berujung pada sanksi terberat itu semestinya lebih dulu diselesaikan melalui tabayun dan dialog. Sebab, pernyataan Firdaus yang dipersoalkan disampaikan dalam forum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum SMSI.

“Yang saya sayangkan dan prihatin, pernyataan Firdaus itu disampaikan dalam forum SMSI sebagai Ketua Umum SMSI. Itu sebuah usulan, bukan keputusan PWI,” kata Voucke, Selasa (27/10/2026).

Polemik bermula ketika Firdaus mengusulkan agar SMSI ditunjuk sebagai penanggung jawab Hari Pers Nasional (HPN) 2027 dalam sebuah forum SMSI di Hall Dewan Pers, Jakarta. Pernyataan itu kemudian dinilai DK PWI Pusat bertentangan dengan ketentuan organisasi.

Melalui SK Nomor 98/X/DK/PWI-P/SK-SR/2026 tertanggal 14 Oktober 2026, yang ditandatangani Atal S Depari (Ketua), Herbet Timbo P Siahaan (Wakil Ketua), Nurcholis MA Basyari (Sekretaris), Helmi Burman (anggota), Muhammad Sahrir (anggota), Usman Kamsong (anggota), Zaky Anthony (anggota) DK PWI Pusat menjatuhkan sanksi pemberhentian penuh kepada Firdaus.

Firdaus diberhentikan bukan karena pelanggaran kode etik, bukan karena pelanggaran Kode Perilaku wartawan dan juga bukan karena PMH. Firdaus diberhentikan karena ada PO tentang HPN. Jika karena PO HPN, Pertanyaannya Firdaus pertama kali melontarkan permohonan kepada ketua Dewan Pers sewaktu acara penyerahan Anugerah SMSI pada 18 Juni 2026. Sementara PWI Menetapkan PO tentang HPN Bulan Juli 2026 apakah PO itu dapat berlaku surut atau sengaja dibuat untuk menyingkirkan Firdaus?
Di sinilah Voucke mempertanyakan materi dan prosesnya.

“Kenapa Ketua Umum PWI tidak terlebih dahulu melakukan tabayun dengan Firdaus?” ujarnya.

Pertanyaan itu semakin mengemuka karena, menurut Voucke, sebelumnya ada anjuran dari salah seorang Wartawan senior PWI DKI dan juga ketua Tim Pemenangan Pak Munir agar mengundang Firdaus untuk duduk bersama. Firdaus juga disebut bersedia melakukan pertemuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *