Marsda TNI Budhi Achmadi: Sinergi Pertahanan dan Pembangunan Harus Tetap Berlandaskan Demokrasi – Sinarsergai
Nasional

Marsda TNI Budhi Achmadi: Sinergi Pertahanan dan Pembangunan Harus Tetap Berlandaskan Demokrasi

×

Marsda TNI Budhi Achmadi: Sinergi Pertahanan dan Pembangunan Harus Tetap Berlandaskan Demokrasi

Sebarkan artikel ini
Marsda TNI Budhi Achmadi, Kolase (Rilis)
Marsda TNI Budhi Achmadi, Kolase (Rilis)

Sinarsergai, Jakarta – Perkembangan situasi global yang semakin kompleks membuat konsep pertahanan negara tidak lagi terbatas pada ancaman militer konvensional. Saat ini, berbagai negara juga menghadapi tantangan berupa terorisme, bencana alam, pandemi, serangan siber, krisis pangan dan energi, hingga perkembangan teknologi yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

Pandangan tersebut disampaikan Marsda TNI Dr. Budhi Achmadi dalam tulisannya yang berjudul “Pertahanan, Pembangunan, dan Koridor Demokrasi”. Menurutnya, kondisi tersebut menjadikan pemikiran ilmuwan politik Alfred Stepan mengenai hubungan antara pertahanan dan pembangunan (defense and development) kembali relevan untuk dikaji.

Budhi menjelaskan bahwa Alfred Stepan menilai militer di negara-negara berkembang sering kali memiliki kapasitas organisasi, disiplin, serta mobilitas yang lebih baik dibanding sejumlah institusi sipil. Karena itu, militer kerap berperan membantu negara menghadapi berbagai persoalan nasional.

“Selain menjalankan tugas utama menjaga pertahanan negara, militer di negara berkembang juga dapat berkontribusi dalam pembangunan nasional. Namun, peran tersebut harus dilakukan secara profesional, proporsional, serta tetap berada dalam koridor demokrasi,” tulis Budhi, Rabu (24/6).

Dalam kajiannya, Stepan membedakan antara konsep old professionalism dan new professionalism. Konsep old professionalism menempatkan militer hanya sebagai penjaga keamanan dari ancaman eksternal dan perang konvensional. Sebaliknya, new professionalism memandang bahwa ancaman terhadap negara tidak hanya bersifat militer, tetapi juga mencakup berbagai tantangan nonmiliter yang dapat memengaruhi stabilitas dan pembangunan nasional.

Budhi menegaskan bahwa keterlibatan militer dalam pembangunan bukan hanya terjadi di negara berkembang. Sejumlah negara maju juga menerapkan kebijakan serupa dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Sebagai contoh, Tiongkok memanfaatkan militer untuk mendukung pengembangan teknologi strategis, industri pertahanan, dan pembangunan infrastruktur. Di Amerika Serikat, berbagai inovasi penting seperti internet, GPS, dan teknologi antariksa lahir dari investasi di sektor pertahanan. Sementara itu, Rusia menjadikan sektor pertahanan sebagai salah satu penggerak utama perkembangan industri, sains, dan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *