“Kalau di sini hanya dua toilet umum itu saja, Bang. Kondisinya memang seperti ini. Memang ada toilet dekat stadion, tapi itu khusus untuk tamu VIP,” ungkap seorang petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi.
Sorotan Anggaran dan Dugaan Korupsi
Perbincangan mengenai penyelenggaraan GEMES tahun ini juga tidak lepas dari besarnya anggaran yang dialokasikan. Berdasarkan informasi pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Medan, paket pekerjaan penyelenggaraan GEMES 2026 tercatat dengan kode tender 10136337000 dan Kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) 64538487, dengan nilai pagu sekitar Rp2,5 miliar.
Besaran anggaran tersebut kembali menjadi perhatian publik karena pelaksanaan GEMES tahun 2025 sebelumnya telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara terkait dugaan tindak pidana korupsi. Hingga saat ini, masyarakat belum memperoleh informasi resmi mengenai perkembangan proses penanganan laporan tersebut.
Praktisi hukum, Alansyah Putra Pulungan, SH, meminta Kejati Sumut segera memberikan penjelasan kepada publik terkait perkembangan penyelidikan agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi.
“Patut diduga ada kejanggalan dalam penanganan dugaan korupsi penyelenggaraan GEMES tahun lalu. Sampai hari ini belum ada hasil pemeriksaan yang diumumkan kepada masyarakat, sementara kegiatan yang sama kembali dianggarkan dan dilaksanakan,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Ia juga mendesak Kejati Sumut membentuk tim khusus guna mengusut secara menyeluruh dugaan penyimpangan penggunaan anggaran pada kegiatan tersebut.
“Kejati Sumut harus menunjukkan sikap tegas dalam mengusut dugaan korupsi ini. Jangan sampai masyarakat menilai ada pembiaran ataupun permainan dalam proses penanganan perkara,” tegasnya.
Sebagai informasi, pelaksanaan GEMES 2025 dikerjakan oleh PT Cakrawala Indo Semesta dengan nilai kontrak sekitar Rp2,5 miliar. Dugaan terjadinya markup harga dalam pelaksanaan proyek tersebut menjadi dasar laporan yang telah diajukan kepada Kejati Sumut.
Berbagai masukan dan kritik yang muncul diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Medan dalam menyelenggarakan GEMES pada masa mendatang. Dengan dukungan anggaran yang cukup besar, masyarakat berharap festival budaya ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi event budaya yang lebih inovatif, memperkuat identitas Melayu, melibatkan lebih banyak komunitas budaya lokal, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata Kota Medan.













