Rabu, 28 Januari 2026 Sejak pagi hingga siang hari, wilayah operasi SAR mengalami *hujan ringan yang merata dengan kondisi visibilitas terbatas*. Situasi ini berdampak langsung terhadap pelaksanaan pencarian, sehingga kegiatan oleh regu SAR gabungan dilakukan secara *terbatas, selektif, dan sangat mengutamakan keselamatan personel*.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan serta asesmen potensi bahaya, khususnya terkait stabilitas mahkota longsor, pada pagi hingga menjelang siang hari Sektor A2 dan Sektor A3 sempat *dihentikan sementara*, karena berada pada jalur rawan longsoran susulan. Setelah dilakukan evaluasi keselamatan, *pada pukul 13.00 WIB Sektor A1 dan A2 kembali diaktifkan* untuk melanjutkan pencarian dengan *pengawasan ketat dari safety officer.*
Pada hari ini, tim SAR gabungan kembali *berhasil menemukan korban*. Rinciannya, pada pukul *11.06 WIB ditemukan satu body pack di Worksite A2, dan pada pukul 15.46 WIB kembali ditemukan satu body pack di lokasi yang sama*. Dengan demikian, total penemuan pada hari kelima ini adalah dua body pack, seluruhnya berasal dari *Sektor A2*.
Selain perkembangan di lapangan, hari ini juga dilakukan *integrasi dan validasi data korban antara Posko SAR Gabungan dan Posko DVI*. Dari hasil pencocokan data penerimaan, terdapat selisih tiga body pack yang telah lebih dahulu tercatat di DVI namun belum terintegrasi di laporan Posko SAR Gabungan. Selisih tersebut telah diverifikasi dan resmi dimasukkan ke dalam data operasi hari ini.
Dengan penyesuaian tersebut, maka hingga *pukul 16.00 WIB total korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 53 body pack*, *sementara jumlah korban yang masih dalam pencarian adalah sekitar 27 jiwa.* Adapun korban yang telah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI hingga *tanggal 27 Januari 2026 pukul 18.30 WIB berjumlah 38 korban*.
Pada waktu yang sama, Direktur Operasi Basarnas, didampingi SMC Bandung dan Kepala Seksi Operasi, menghadiri rapat konsolidasi di Posko Induk bersama Menteri Pertanian dan Kepala BNPB, untuk membahas perkembangan terkini operasi SAR, kondisi lapangan, serta penguatan dukungan sumber daya dan strategi lanjutan.













