Inovasi Anti Letih Zulkifli Sitorus Dapat Apresiaai Nasional, Wamen Haji: Ini Memang Arahan Menteri – Sinarsergai
Daerah

Inovasi Anti Letih Zulkifli Sitorus Dapat Apresiaai Nasional, Wamen Haji: Ini Memang Arahan Menteri

×

Inovasi Anti Letih Zulkifli Sitorus Dapat Apresiaai Nasional, Wamen Haji: Ini Memang Arahan Menteri

Sebarkan artikel ini

MEDAN, Sinarsergai.com – Inovasi “Anti Letih Jamaah Haji” yang diterapkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Menurutnya, pola pelayanan yang dikembangkan di Sumatera Utara sejalan dengan komitmen Kementerian Haji dan Umrah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih sederhana, cepat, dan berorientasi penuh pada kebutuhan jamaah.

Apresiasi tersebut disampaikan Dahnil usai menyambut kepulangan jamaah haji Kloter 16 Debarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Sabtu (20/6/2026), didampingi Ketua PPIH Debarkasi Medan yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Zulkifli Sitorus.

“Saya memberi apresiasi terhadap inovasi yang sudah dibuat Pak Zul. Inovasi Anti Letih memang merupakan komitmen atau arahan Bapak Menteri agar jamaah haji yang pulang dari Tanah Suci tidak lagi terlalu lama berada di asrama haji. Yang harus dilakukan adalah inovasi untuk mempersingkat waktu pelayanan sehingga mereka bisa segera kembali ke rumah dan bertemu keluarganya,” kata Dahnil.

Menurut Dahnil, pelayanan haji harus terus bergeser dari pendekatan birokratis menuju pelayanan yang lebih sederhana dan efektif. Karena itu, berbagai tahapan yang tidak memberi nilai tambah bagi jamaah perlu dipangkas.

“Birokrasi dan seremoni harus terus kita sederhanakan. Pada dasarnya jamaah haji yang baru tiba bukan ingin bertemu pejabat atau mengikuti acara seremonial lagi. Mereka ingin segera pulang,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran kepala daerah maupun pejabat pemerintah tetap memiliki makna sebagai bentuk penghormatan kepada jamaah. Namun bentuk penghormatan tersebut tidak harus diwujudkan melalui rangkaian acara formal yang menyita waktu.

“Cukup disambut, disapa, diberi ucapan selamat datang. Kalau pun ada sambutan, waktunya singkat saja, jangan sampai jamaah kembali menunggu karena pidato-pidato yang panjang,” katanya.

Prinsip itulah yang mulai diterapkan di Debarkasi Medan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *